Satu bulan ini, eh 2 bulanan inilah ya, kepikiran ingin membuat catatan tentang beberapa buku yang sudah saya baca (diwaktu senggang, ooh baiklah, ini beneran waktu senggang dan mood yang bagus he_). Lalu, kepikiran juga untuk di post dalam blog, bikinlah saya blog ini. Dan inilah tulisan pertama saya... TARAAAA!!

Buku pertama yang ingin saya review adalah "ETIKA BISNIS MQ", berat banget kayanya ya bacaannya? (ibu rumah tangga buat apa sieh baca beginian? biasanya juga baca resep masakan, tips seputar perkembangan anak, atau ngisi TTS (eh! masih jaman g ini?) tapi ya mom, ini buku asiiik banget buat kita yg mau cari ilmu tentang bisnis yang beretika, secara judulnya ajah "etika bisnis" ya?
awal mula saya ketemu buku ini di rumah mertua saya, buku ini berbaris rapih seperti buku yg lainnya nyaris tertutup debu, fiiiiuuuuuhhhh! (suara meniup debu....
Saya buka halamannya (secara acak) and then... ketemu satu kalimat yang ngena banget & bikin saya tertarik untuk membacanya lebih lanjut. (mau tahukan apa itu kalimatnya? yuuukkk baca sampai akhir ya, peace!
Sebelum kita bahas lebih lanjut, baiknya kita kenal dulu dengan identitas bukunya, let's chek it out!
Judul Buku : Etika Bisnis MQ
Penulis : Abdullah Gymnastiar
Tahun Terbit: 2005
Penerbit : MQS Publishing

Kesan yang tertinggal saat membaca buku ini dari awal sampai akhir adalah "ooooh, ternyata kondisi/keadaan hati kita bisa juga ya mempengaruhi keadaan bisnis kita?". Karena, sepanjang pembahasan selalu tidak jauh dari keterkaitan hati dengan kondisi bisnis.

Misalnya di bab pertama membahas tentang "berbisnis dari kedalaman hati", dimana kualitas hati dapat mempengaruhi pikiran (otak). Kita tahu otak kita adalah pengatur semua aktifitas tumbuh, sumber segala ide, perencanaan, dan juga pusat dari semua intruksi tubuh (kecuali gerakan refleks ya guys, itu di atur oleh sumsum tulang belakang, masih inget juga nieh materi biologinya, he_). Hati yang bersih akan membuat pikiran menjadi cerdas, jernih, cepat dan memunculkan ide-ide cemerlang serta gagasan yang jitu bagi perkembangan bisnis. Karena kalau hati yang kotor,punya sifat iri, dengki, dan sifat-sifat buruk lainnya . Boro-boro mau berpikiran cepat atau mencetuskan gagasan yang canggih, yang ada sibuk dengan pikiran licik, dengki, dan keinginan menjatuhkan orang lain. Astaghfirullah (muhasabah diri nih jadinya).
oh iya, disini juga dibahas kenapa kita HARUS berwirausaha atau berbisnis. Karena apa? Kita sebagai umat islam kalau Ekonomi kita lemah berarti:
1.  ibadah tidak bisa maksimal
2.  menurunkan tingkat pendidikan (apalagi sekarang ya? sekolah bagus identik dengan brand dan value nya bo!)
3.  tingkat kesehatan masyarakat rendah
4.  gerbang menuju gaya penjajahan baru
So, ekonomi kita harus kuat & maju !!! (memotivasi diri)

Kalau membahas masalah ekonomi berarti ga jauh-jauh dari wirausaha dan uang (jujur, kalau saya langsung terpikirnya ke sini, he_). Setiap kita melakukan usaha, pasti yang diharapkan adalah hasil berupa uang sebagai keuntungannya. Naifnya kita (saya kaleeeee), lupa atau bahkan tidak tahu bahwa ada bentuk lain dari hasil dan keuntungan, yaitu memperoleh ilmu baru, pengalaman, dan mendapat kepercayaan orang sehingga relasi terjalin lebih mudah untuk mengembangkan bisnis kita nantinya (kalau saya sebut ini keuntungan jangka panjang, sedang uang keuntungan jangka pendek).

Nah, bagaimana supaya kita dalam berwirausaha mendapatkan untung yang tidak hanya uang? Berikut langkah-langkahnya (ini kata Aa Gym y, saya cuman menuliskan ulang, he_):

1. Niat --> harus lurus & benar, taqarub kepada Allah, mengikuti sunnah nabi & rasul, & jihad fisabilillah (ini yg saya suka)
" Bisnis itu harus berusaha menjadi khalifah yg dapat mensejahterakan diri maupun umatnya, menjadi sarana dakwah, mengangkat derajat umat dari kehinaan kefakiran, serta memperkokoh benteng umat dg perekonomian yg tangguh"
(subhanaAllah, kalau niat saya berbisnis itu untuk mencari tambahan uang jajan, biar jadi istri mandiri kalau mau apa-apa g minta ke suami, astaghfirullah!! dangkal banget daah)

2. Perisiapkan diri untuk berwirausaha --> banyak baca, ikuti pelatihan, cari rujukan pengusaha sukses, dll
3. Memulai wirausaha --> usahakan modal dari sendiri (garis bawahi nih, coz kalau dapet pinjem kerasa banget capeknya cuman buat balikin utang dowang, ini pengalam saya sieh), mulai dari bawah, nikmati prosesnya, cari keuntungan yg berkah, untung pertama (kembali dibahas disini, soal untung dalam bentuk lain ya selain uang)

Sapa yang kenal dengan AA Gym pasti juga kenal dengan Manajemen Qalbu atau disingkat MQ. Tahun 2005/2006 (saat saya masih duduk di sekolah menengah atas) lagi tenar-tenarnya nieh pandangan AA Gym tentang MQ, berbagai isi dakwahnya selalu terkait dengan manajemen qalbu, bahkan merek dagang dan percetakan yang mencetak buku ini juga berlabel MQ.
"Bila hati kian bersih, pikiranpun akan jernih, semangat hidup kan gigih, prestasi mudah diraih,
namun bila hati busuk, pikiran jahat merasuk, akhlak kian terpuruk, jadi makhluk terkutuk!....(ieyh, naudubillah
jagalah hati jangan kau kotori
jagalah hati cahaya ilahi...."
Ayo,jadi ikutan nyanyikan?
Nah, baru pahamlah saya sekarang apa maksud syair lagu tersebut (alhamdulilah, butuh waktu lebih dari 10tahun ya bagi saya he-)

Di buku ini dijelaskan bagaimana bisnis ala MQ, mulai dari etika bisnis (bisnis ajah ada etikanya guys!!!), cara bisnisnya, sampai ciri produk MQ.

- Etika bisnis
kenapa harus beretika? supaya bisnis kita menjadi berkah guys!, yaitu :
pertama, sedikit untung banyak laku. Nah, loh? beda banget nieh dengan apa yang saya lakukan, astagfirullah, makanya bisnis saya ga berkembang (muhasabah lagi), saya suka heran dengan teman saya, eh! ga usah jauh-jauh deh suami saya juga kalau berjualan beliau ambil untungnya sediiiiikiiit (barang cuman buat ganti bensin), eh usahanya jadi berkembang loh, dari yang ga punya toko jadi punya toko, dari yang tokonya kecil jadi punya toko yang lebih besar. Itu teman saya, kalau usaha suami sieh saya masih belum. he- (harus muhasabah lagi ya beb, colek Nazromi Ahmad)
kedua, mudah dan menyenangkan. Ditekankan disni bahwa "jangan pernah mempersulit dan memperumit orang lain ketika bertransaksi".
Selanjutnya harus Jujur, Amanah, Selalu tepati janji. Bertabur zikir dan doa, serta sedekah yang melimpah (tentunya setelah dikeluarkan zakatnya).


lanjut ke Riview Buku "Etika Bisnis MQ" (part 2)