Merupakan sekuel dari filem Fantastic Beast sebelumnya. Saya tertarik menontonnya, kerena saya suka dengan cerita yang dikarang oleh J.K Rowling ini. Berharap dapat memuaskan rasa penasaran dan imaginasi saya setelah bertahun-tahun lalu membaca novelnya.
Kalau di lihat dari thriller filemnya, ini akan berisi petarunganan antara Dumbledore dengan Grindelwald, dan rahasia yang disembunyikan Dumbledore selama hidupnya.
Sumber cerita ini kan dari kisah Dombledore yang menceritakan masa lalunya pada Harry Potter di Novel ke 7 Harry Potter "the Deathly Hallows" [Harry Potter dan relikui kematian). Namun, kisah dalam filemnya dihubungkan dengan kisah Fantastic beast dengan Newt sebagai tokoh utamanya.
Filem ini memiliki durasi yang cukup panjang, yaitu sekitar 2 jam 23 menit. Diawal Filem kita disuguhkan dengan adegan kelahiran hewan ajaib, Qilin, yang kemudian diperebutkan oleh Newt dan sekelompok orang yang dipimpin oleh Credence Barebone.
Hewan ini menjadi penghubung tentang kisah Dumbledore yang pernah terpilih sebagai Menteri sihir, namun ditolaknya. Padahal kalau dinilai dari kemampuan sihir dan kebijaksanaanya, Dombledore tentu sangat cocok jika menjadi Menteri sihir ya. Dumbledore bilang, "ia tidak layak dengan kekuasaan". Atau mungkin karena rasa bersalah karena ia pernah menjadi salah satu dalang atau penyumbang ide akan revolusi pemberontakan dunia sihir yang ingin menginflansi dunia muggle? [sebutan manusia tanpa kemampuan sihir], supaya dunia manusia tunduk terhadap mereka dan mereka tidak perlu lagi menyembunyikan dunia sihirnya.
Iya, benar Dumbledore menjadi dalangnya. Dimasa mudanya dia berkongsi dengan Garelt Grindelwald. Bahkan mereka membuat perjanjian darah, perjanjian abadi dimana meraka tidak bisa saling menyerang satu sama lain, dan perjanjian yang menjaga mereka dari penghianatan satu sama lain. Apabila salah satu dari mereka berkhianat maka liontin [simbol dan tempat peyimpanan darah keduanya) akan menjerat si penghianat.
Inilah alasan kenapa Albus Dumbledor tidak bisa menyerang Grindelwald, meskipun tahu dan melihat berbagai perbuatan kriminal yang dilakukannya.
Dalam perjalananya, Dumbledore menyadari kesalahannya dan meminta bantuan Newt beserta timnya untuk menghalangi setiap rencana Grindelwald.
Dumbledore tidak bisa melihat masa depan, hanya saja dia memiliki kemampuan untuk memprediksi rencana Grindelwald karena dia sangat mengenalnya. Tim Newt dibentuk untuk mengelabuhi Grindelwald, maka ada salah satu anggota tim yang bertugas untuk berpura-pura berkhianat dan memihak Grindelwald.
Rencana Grindelwald adalah ia ingin menjadikan dirinya sebagai Menteri sihir, sehingga dia memiliki kekuasan dalam mengendalikan dunia sihir dan untuk memuluskan rencananya untuk menginflansi dunia muggle.
Pada saat pemilihan menteri sihir inilah terjadi pertempuran antara Dumbledore dan Grindlewald. Namun sayangnya, ini bukanlah pertarungan terbesar diantara mereka, yang di Novel Harry Potter ke 7 diceritakan sebagai pertempuran terhebat sepanjang masa antara 2 penyihir terhebat tersebut.
Ada sedikit perbedaan pandangan antara cerita novel dan filem. Kalau di novel diceritakan bahwa Dumbledore dan Grindelwald memang pernah memiliki hubungan kedekatan saat mereka masih muda. Namun, hanya hubungan pertemanan yang terjalin karena mereka sama-sama memiliki pemikiran yang luar biasa.
Dumbledore saat itu dalam kondisi dimana dia harus merelakan masa mudanya masa berpetualangnya, masa dimana dia menjadi sorotan karena kepintarannya, untuk diam dan terkurung di rumah menjaga adik bungsunya [Ariana]. Ariana memiliki kondisi tidak stabil, dia bisa meledak-ledak dan tidak bisa mengendalikan kemampuan sihirnya. Maka Ariana dikurung untuk melindungi dirinya dari dunia luar.
Saat kondisi itulah, Dumbledore bertemu dengan Grindelwald. Grindelwald adalah keponakan dari Bathilda Baghsot, yang tinggal di sebelah rumahnya.
Grinderwald sebenarnya orang Eropa, dia bersekolah di Durmstrang. Karena dia melakukan eksperimen sihir pada teman sekolahnya, maka ia dikeluarkan dari sekolah dan dikirim oleh orang tuanya ke rumah bibinya.
Dumbledore merasa bahwa gagasan dan pemikiran Grindelwald tentang masa depan sihir bisa membantunya keluar dari permasalahanya saat itu. Jika dunia sihir bisa muncul dan dunia luas mengetahuinya, maka ia tidak perlu mengurung dan menyembunyikan Ariana. Dan itu berarti kebebebasan bagi dirinya juga. Maka Dumbledore setuju dan melakukan perjanjian darah itu dengan Grindelwald.
Sedangkan, dalam filem hubungan yang terjalin antara mereka merupakan hubungan yang lebih dari sekedar pertemanan. Mereka saling mengerti, mereka saling memahami. Bahkan dalam salah satu adegan Grindewald bilang "tidak akan ada orang yang akan menyanyangimu lagi di dunia ini".
Mereka saling mencintai, Dumbledore bilang mereka saling jatuh cinta.
Kalau udah tahu akan demikian, aku ga akan nonton filemnya. Astaghfirullah. Walaupun ini hanya filem, tapi pesan l*btnya sangat jelas. Astaghfirullah hal aziim.
lalu, dengan durasi lebih dari 2 jam, saya merasa kalau filem ini tuh sengaja dibuat panjang ceritanya. Apa lagi dengan adegan pertarungan Dumbledore dan Grindelwald yang ternyata bukan petarungan yang dinantikan. Ini seperti sengaja mengulur waktu, untuk dibuat sekuel berikutnya.
Tidak seperti filem-filem sekuel Harry Potter yang plot ceritanya sesuai dengan novel. Saya lebih suka filem Harry Potter dan mulai bosan dengan Fantastic Beast.

0 Komentar