Judul Buku : Homeschooling with Love (Mendampingi Anak Meraih Fitrahnya)
Penulis : Clefiena
Jumlah Halaman : 207
Tahun Terbit : 2022
Penerbit : Noura Books
Dulu, ketika memutuskan untuk homeschooling dan setelah ikut kelas parenting islami selama sebulan penuh. Saya termotivasi untuk menerapkan pendidikan islami dalam keluarga kami. Terpikirkan untuk selalu mengaitkan aktifitas keseharian kami dengan ayat-ayat al-qur'an. Tapi bagaimana caranya?
Seorang teman baik, baik sekali, menunjukkan buku ini. Buku berjudul "Homeschooling with Love". Ketika saya melihat covernya dan sedikit cerita teman tentang buku ini. Sa
ya jadi tertarik, dan tentu saja menerima tawaran itu.
Rasa penasaran tentang bagaimana perjalanan dan model homeschooling yang dijalani oleh keluarga yang menyebut diri mereka "The Arganta" memotivasi saya untuk segera menyelesaikan review buku sebelumnya.
Qodarullah, saat tengah asik membacanya. Harus tertunda, karena buku ini sempat terendam banjir di pertengahan Maret ini. Saat banjir terjadi, hal pertama yang saya selamatkan adalah buku ini. Kocak sih memang diri ini ya, tapi sungguh ini yang terjadi.
Tindakan penyelamatan pertama buku ini adalah saya ambil insert clodi bayi Tsa (hahaaa, karena menurut saya ini daya serapnya bagus, secara kan handuk berlapis 3). Dilap sambil di tekan-tekan, satu per satu halaman sampai halaman terakhir. Sempat terpikir untuk memasukkannya dalam oven, supaya lebih cepat kering. Tapi, beruntung tidak jadi dilakukan karena seorang teman menceritakan pengalamannya dengan kertas dan oven yang berakhir dengan terbakarnya kertas. Akhirnya kurang lebih selama 3hari, buku ini dijemur di bawah terik matahari bisa juga kering. Ya, walaupun bentuknya jadi terlihat sedikit berantakan, serta cover bukunya terlepas, tapi sejauh ini isi bukunya masih bisa dibaca dengan nyaman. Dan selesai dalam waktu 1 pekan setelahnya. Jadi, berikut ini adalah hasil review dari buku "Homeschooling with Love"
Pandangan Umum tentang Buku Homeschooling with love
Banyak sekali teman-teman yang berkomentar tentang buku ini, ketika saya membuat postingan daftar buku yang akan saya baca dan menampilkan buku "Homeschooling with Love" karangan Clefiena. Mereka bilang buku ini bagus, dan sangat direkomendasikan untuk dibaca. Mendengar hal ini, makin penasaran dong?! ya kan?
Bagituh waktunya tiba untuk membaca buku ini, saya harus mengatur perasaan dan pikiran saya yang terbangun setelah membaca dan mendengar komentar tentang buku ini. Supaya mampuh menikmati isi bukunya dengan baik.
Cover buku yang didesign juga oleh Clefiena, menampilkan kisi-kisi atau point-point isi pembahasan dalam buku serta berhiaskan gambar-gambar doodle yang menarik. Belakangan saya baru tahu, ternyata mba Clefiena ini adalah seorang seniman yg suka membuat gambar-gambar doodle.
Bahasa yang digunakan sangat mudah dimengerti dan ringan. Pemilihan warna kuning dan biru sangat menarik sebagai hiasan yang muncul dalam setiap halaman buku, dan membuat bagian dalam buku ini jadi meriah dan tidak membosankan.
Apa yang Saya dapat setelah Membaca Buku ini
Buku ini berisi kisah perjalanan keluarga the Arganta saat memilih dan melaksanakan homeschooling bagi anak-anaknya serta bagaimana cara mereka melalui keseharian. Mulai dari alasan yang melatar belakanginya, langkah awal yang dilakukan, kemudian eksekusi kegiatan sampai bagaimana cara mereka mengelola bugeting atau biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap kegiatannya.
Di awal bab pembahasan, Clefiena menceritakan alasanya memilih Hs adalah karena anak pertamanya mengalami kendala saat di sekolah, yang waktu itu masih tingkat sekolah dini. Anak pertamanya, tidak menyukai salah satu guru karena mengalami perlakuan yang kurang menyenangkan dan ia cenderung memisahkan diri dipojokan kelas untuk bermain lego sendiri dibandingkan ikut kegiatan di kelas atau sekedar bermain bersama teman-temannya. Serta, di awal perjalanan homeschoolingnya, Clefiena menemukan cara bagimana menyelipkan materi pelajaran yang jauh lebih menyenangkan melalui permainan yang membuat belajar jadi asik, tidak menegangkan dan anak-anak menikmatinya. Kemudian, untuk selanjutnya bermain sambil belajar ini menjadi metode homechooling yang mereka gunakan sampai sekarang.
Clefiena bercerita bahwa modal dasar memulai homeschooling adalah pengetahuan orang tua terhadap karakteristik anak dan juga melihat kembali motivasi menikah dan alasan di balik membangun keluarga itu untuk apa?
Langkah yang dia lakukan selanjutnya adalah membuat daftar tujuan pemilihan pendidikan homeschooling untuk anak-anaknya, yang kemudian menjadi pemicu semangatnya dan meminimalisir timbulnya rasa jenuh selama perjalanan. Daftar tujuan ini dibuat setelah sebelumnya Clefiena mengumpulkan banyak informasi tentang pendidikan dari diskusi dengan banyak teman dan juga dari banyak buku yang ia baca.
Kemudian rumuskan visi dan misi pendidikan keluarga bersama pasangan, sebagai partner dalam menjalankan homeschooling. Supaya jalannya jadi lebih ringan dan mudah. Karena penting sekali peran pasangan, dalam hal ini kedua orang tua, istri dan suami sebagai tokoh utama pelaksanaan homeschooling. Untuk memiliki pandangan dan pemahaman yang sama. Perumusan visi dan misi ini berfungsi sebagai kompas yang memandu perjalanan homeschooling mereka supaya berjalan sesuai dengan rancangan dan bisa menggapai tujuan pendidikan yang diharapkan.
Buat juga daftar alasan dan resiko, karena seperti pada umumya sebuah pilihan, apa lagi pilihan itu tidak seperti yang dilakukan orang-orang pada umumnya, tentu memiliki resiko kegagalan dan bisa mempengaruhi proses yang sedang dijalankan. Dengan menuliskannya kita jadi bisa melihat jelas dan membantu menguraikan pemikiran yang ada di kepala, juga bisa membuat rencana antisipasi jika kondisi itu benar-benar terjadi.
Dan, yang tidak kalah penting adalah melakukan riset dan membuat rencana anggaran untuk berbelanja kebutuhan homeschooling. Supaya pengeluaran biaya bisa terlihat jelas, dan dikelola dengan baik sesuai dengan kebutuhan pada waktunya.
Keluarga the Arganta memandang pendidikan yang berlandaskan keyakinan (agama) dengan usaha untuk menumbuhkan, mengawasi, mengembangkan, dan memperbaiki seluruh potensi fitrah manusia secara optimal dengan sadar dan terencana, adalah konsep pendidikan yang mereka terapkan.
Yang menarik di buku ini, Clefiena menampilkan beberapa contoh kegiatan yang dilakukannya bersama anak-anak. Sangat menarik dan out of the box! Dimana, disitu juga beliau berusaha mengaitkan setiap kegiatan yang dilakukan dengan ayat-ayat al-qur'an yang terkait dan sesuai dengan peristiwa yang sedang mereka alami, atau bahkan mengandung nilai-nilai yang sengaja ingin mereka bangun.
Saya jadi bertanya-tanya, mengapa bisa demikian? Bagaimana caranya?
Dan ternyata, Clefiena ini mempunyai latar belakang sebagai hafizah atau penghapal al-qu'an. MasyaAllah! Beliau sudah memiliki ilmunya, sehingga mungkin mudah baginya mengingat dan mencari bunyi ayat-ayat yang tepat. MasyaAllah.
Semoga saya bisa mengikuti langkah keluarga ini dengan memunculkan al-qur'an dalam keseharian. Ya, minimal dimulai dengan membacakan ayat-ayat al-qur'an dan juga membacakan terjemahannya secara nyaring untuk anak-anak. Karena saya bukan seorang hafizah, juz ke 30pun saya tidak hapal semuanya, hihiiii, Astaghfirullah! walaupun begituh, kami akan berusaha!. Semoga terwujudkan cita-cita kami menjadikan al-qur'an sebagai pedoman hidup sebagaimana seharusnya. Aamiin.
Kesan Setelah MembacaBuku ini bercerita secara rinci, bagaimana cara keluarga the Arganta memulai homeschooling. Bahkan, kurikulum yang digunakan dikeluarga ini juga tertulis dibuku ini. Benar-benar cocok sekali untuk dibaca bagi keluarga yang ingin memulai homeschooling karena teknisnya tertulis dan diceritakan secara jelas disini.
Diawal buku dan beberapa bagian dalam buku ini, juga berisi bagaimana seorang Clefiena berjuang untuk membasuh luka pengasuhan yang dialaminya. Perjuangan yang sangat luar biasa, dilakukan olehnya setelah menjadi seorang ibu yang tidak ingin anak-anaknya mengalami kejadian yang sama seperti yang terjadi pada dirinya.
Alih-alih menyalahkan takdir dan keadaan, dia justru berusaha mencari hikmah terus berusaha mendekatkan diri pada sang maha Pencipta, pemilik dan pengatur segala takdir manusia. Menemukan rasa syukur diantara kepingan-kepingan lukanya, dia berhasil bangkit dan tumbuh menjadi seorang ibu yang hebat, utuh dan hadir sepenuhnya untuk anak-anak.
" Tidak ada ibu yang SEMPURNA, tetapi seorang ibu bisa BELAJAR menjadi yang TERBAIK untuk anak-anaknya". Sebuah kutipan yang ditulis oleh Clefiena ini, berhasil menempel di pikiran dan hati saya.
The Arganta menambah daftar keluarga unik yang kami kenal, bahwa setiap keluarga homeschooling memang benar-benar memiliki kekhasan dan keunikannya sendiri. Kita bisa menjadikannya sebagai role mode. Tapi, tetap kembalikan lagi pada apa yang keluarga kita miliki. Karena itu adalah kekhasan dan keunikan dari keluarga kita. Percaya dirilah, tumbuhkan keyakinan, dekatkan diri kepada sang Illahi, minta petunjuk dan memohon kemudahan serta keridhoannya. InsyaAllah kita bisa menjadi orang tua yang kompatible dan selaras dengan anak, yang mampuh membimbing menemukan misi dari penciptaan mereka di bumi ini sesuai dengan fitrahnya. Aamiin.
Sampai jumpa di review buku selanjutnya....!
0 Komentar